👋
Keluar dari akun?
Anda akan keluar dari sesi yang sedang aktif. Apakah Anda ingin melanjutkan?
NEW UPDATES
Memuat berita terbaru...
📢 BROADCAST

Sejarah Kerajaan Bolaang Mongondow 1866: Mengapa Rakyat Biasa Dilarang Pakai Baju Sutra dan Payung Kuning?

Sejarah Bolaang Mongondow 1866: Jejak Perpindahan Ibu Negeri dan Struktur Sosial Kerajaan dalam Catatan Misionaris Belanda

Oleh: Arun Algaus | Tim Pena Sehat


Sekilas tentang Catatan Perjalanan Wilken dan Schwarz

Pada Senin, 13 Juni 1866, dua orang utusan Perkumpulan Zendeling Belanda (Nederlandsch Zendelinggenootschap), N.P. Wilken dan J.A. Schwarz, berangkat dari Manado menumpang kapal sekunar kecil bernama Virgo menuju Bolaang-Mongondou. Perjalanan itu ditugaskan langsung oleh para pengurus perkumpulan, dengan tujuan mengumpulkan informasi yang lebih lengkap tentang kerajaan kecil tersebut, yang saat itu masih jarang didatangi orang Eropa.

Catatan perjalanan mereka kemudian diterbitkan pada 1867 dalam jurnal Mededeelingen vanwege het Nederlandsch Zendelinggenootschap, dan hingga kini naskah aslinya masih dapat ditelusuri melalui arsip digital Delpher.nl. Perlu digarisbawahi sejak awal: laporan ini ditulis oleh dua misionaris Kristen pada masa kolonial, sehingga sudut pandangnya tentu tidak sepenuhnya netral. Meski begitu, catatan mereka tetap menjadi salah satu sumber tertulis paling awal dan paling rinci mengenai kondisi geografis dan sosial Bolaang Mongondow pada pertengahan abad ke-19.


Jejak Perpindahan Ibu Negeri Bolaang

Akses langsung terbuka setelah pembayaran terverifikasi.

Membuka artikel premium Anda...
Reaksi Anda
1Tulis 2Publish
Lebih baru Lebih lama
Jelajahi
Lainnya