NEW UPDATES
Memuat berita terbaru...

Sejarah Kota Thaif Dahulu Kala: Pembagian Wilayah dan Keluarga-Keluarga Tua

Oleh: Arun Algaus
Editor: Tim Pena Sehat


suku suku arab
Gambar Ilustrasi

Kota Thaif merupakan salah satu kota tua di Jazirah Arab yang memiliki struktur sosial dan kekeluargaan yang kompleks sejak masa lampau. Gambaran mengenai hal ini dicatat oleh almarhum Syaikh Abd al-Hayy bin Hasan Kamal dalam karyanya yang berjudul “Thaif dan Nama-Nama Keluarga Tua serta Sebagian Adat Mereka” (الطائف وأسماء الأسر القديمة وبعض عاداتهم), yang diterbitkan oleh Maktabah al-Ma‘arif di Kota Thaif.

Dalam mukadimah kitab tersebut, penulis menyebut bahwa ide pencatatan keluarga-keluarga tua di Thaif berangkat dari saran temannya, Asy-Syarif Muhammad bin Mansur bin Hashim Al-Zayi‘, penulis kitab Qaba’il at-Thaif wa Asyraf al-Hijaz, yang dikenal dengan julukan An-Najdi. Ia menyarankan agar nama-nama keluarga yang telah bermukim di Thaif sejak masa Utsmaniyah didokumentasikan secara tertulis.

Menurut penjelasan dalam kitab tersebut, Kota Thaif pada masa lampau berada di dalam tembok kota dan terbagi ke dalam tiga kawasan besar, yaitu kawasan Asfal (bawah), as-Sulaimaniyyah (tengah), dan Fauq (atas).

Kawasan Asfal (Bawah)

Di kawasan Asfal, tercatat sejumlah keluarga yang telah lama bermukim. Di antaranya adalah keluarga Al al-Ushaymi, Al Abi Radhan, Al Aslam, Al Ibn Safrah, Al Ibn Yasin, Al az-Zumruli, Al Abi Rabi‘, serta Al Abi Bakr. Dari keluarga terakhir ini dikenal pula Dr. Khalid Bakr yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Saudi Airlines.

Selain itu terdapat keluarga Al Ibn Harib, yang dikenal dengan sebutan Al-Harbah, beserta cabang-cabangnya seperti Bait Ibn Sa‘d, Bait Ibn Darbas, Bait Musaid, Bait Ibn Harib, Bait Ibn Mahmud, Bait Ibn Ja‘far, dan Bait Ibn Hamdun. Sebagian dari keluarga ini disebutkan bermukim pula di wilayah Turbah.

Keluarga lain yang dicatat di kawasan ini antara lain Al Ibn Sulaiman yang juga dikenal sebagai Al ‘Isa, Al al-Qasir yang disebut berasal dari kalangan Sadah, Al al-Asyqar, Al Burhan al-Maghribi, Al al-Basili al-Harithi, Al al-Buhi, serta Al al-Jamal yang disebut telah punah. Selain itu terdapat Al al-Judi‘ al-Hasaniyyin, Al al-Hada’idi, Al al-Hakim yang juga disebut telah punah, Al ad-Dahhan, Al ad-Duraidi, dan Al Dhanun yang disebut berasal dari Asyraf Maroko.

Nama-nama lain yang tercantum di kawasan Asfal meliputi Al ar-Radi, Al Raf‘i, Al az-Zaydi, Al as-Sindi, Al Samih yang disebut berasal dari Al Hamdah Tsaqif, Al Syuhaibir, Al asy-Syafi‘i, Al asy-Syurbi, Al Saqr al-Fulait, Al Abid, Al ‘Id, Al al-‘Alim, Al al-Faqih, Al al-Qattan, Al Musaid dari Bani Malik, Al Mutawi‘, Al al-Mansuri, Al al-Maqdhali, Al al-Munjaf yang dikenal bergerak di bidang katering di Thaif dan Jeddah, Al Najim, Al an-Najjar, Al al-Habbashi, Al Hilal, Al al-Wudhaini, Al Wafa’, dan Al al-Yamani.

Kawasan as-Sulaimaniyyah (Tengah)

Di kawasan as-Sulaimaniyyah, kitab ini mencatat keluarga-keluarga seperti Al al-Akhan, Al Khidr yang juga dikenal dengan sebutan Fadluddin, Al al-Afandi, Al Ilyam yang dinisbatkan kepada Abu Nuwas, serta Al Iyyar yang sebagian anggotanya dikenal dalam usaha percetakan di Jeddah.

Selain itu terdapat keluarga Al Balushi, Al Badirah, Al al-Jabali, Al al-Jamid, Al al-Hasani, Al al-Hassun, Al al-Khazzaz, Al Rajab Bukhari, Al as-Sabbagh, As-Siddiq, Al Abid, Al ‘Adil al-Qadhi, Al ‘Ajib, Al ‘Ajlan, Al al-‘Amudi, Al ‘Abd al-Majid, Al ‘Abd ar-Rasul, Al Gharib, Al Farhan al-Yamani, Al Quduri, Al al-Kurdi, dan Al al-Kanjari.

Di antara keluarga yang paling masyhur di kawasan ini adalah Al al-Mufti, yang juga dikenal dengan sebutan Al Siraj al-Mufti.

Kawasan Fauq (Atas)

Kawasan Fauq dihuni oleh sejumlah keluarga tua, antara lain Al Abi al-Hutail, Al Abi Dawahi yang juga disebut Al al-‘Aufi, Al Ibn Fatis, Al Abi Ras, Al Ibn Zufran, Al Abi Rashid, Al Abi Sawadah, Al Ibn ‘Utsman, serta Al Abi ‘Atiyyah yang disebut telah punah.

Selain itu terdapat Al Ibn Makhshur, Al Abu al-Faraj, Al Ayyub Bukhari, Al Bakr, Al al-Baytar yang disebut dari kalangan Asyraf, Al al-Bar‘i, Al al-Bunduaji, Al Basfar, Al Tamr, serta Al Jan. Disebutkan pula bahwa Al Jan dinukil sebagai keturunan Muhammad bin al-Hanafiyyah dalam kitab Tarikh Makkah karya as-Siba‘i.

Keluarga lain yang tercatat di kawasan Fauq meliputi Al Janidah yang juga dikenal sebagai Al as-Saqqaf dan disebut telah berpindah ke Jawa, Al al-Halwani, Al Habib, Al Husain as-Sufyani, Al al-Harbi, Al Hamud, Al al-Halabi, Al al-Khasi, Al al-Khadim, Al ad-Dabba, serta Al ad-Dabbagh yang disebut berasal dari Sadah Hasaniyyah.

Nama-nama lain yang disebutkan adalah Al adz-Dzib dari Quraisy, Al Raziq, Al Rajab Haydar, Al az-Zur‘ah, Al az-Zurqi, Al as-Subki, Al as-Sanusi, Al Sanjar Khan, Al as-Subhi, dan Al ‘Abd al-Wahid as-Sindi.

Lebih lanjut disebut pula keluarga Al Syasyah, Al Sabri, Al as-Sairafi, Al Sahrah yang disebut dari kalangan Sadah, Al Talib Al ‘Uqail dari Sadah Husainiyyah, Al Arab, Al Arab ‘Abd Rabbih, Al Abid, Al ‘Atiq, Al ‘Ayish, Al al-‘Ajlath, Al ‘Abd al-Ghani, Al ‘Ali Nur, serta Al ‘Abd asy-Syakur yang dikenal sebagai penulis Tarikh at-Thaif.

Daftar tersebut juga mencakup Al al-‘Arabi, Al Amir as-Sufyani, Al Ghunaym, Al al-Firyani atau Al al-Ghiryani, Al al-Fattah, Al al-Qazzaz, Al al-Qari yang disebut telah punah, Al al-Qadhi, Al Qandiyah, Al al-Qarni dari Tsa‘malah, Al Mustafa al-Kurdi, Al al-Kahlah dari kalangan Sadah yang juga disebut telah punah, Al al-Katbi dari Sadah, Al al-Kashmiri, Al Kamal yang disebut di antaranya terdapat ulama dan qadhi, Al Majid, Al Majidah, Al al-Misri, Al al-Maghribi dari Sadah, Al al-Muhdali dari Sadah, Al Mahdi, Al Mugannam, Al Muhammad Hasan al-Yamani yang disebut telah punah, Al Mahrawan, Al Jamil Mirza Hamdan, Al an-Nazif yang juga dikenal sebagai Al ‘Asim, Al an-Nahhas, Al Ismail an-Najjar, Al al-Hayf yang disebut telah punah, Al al-Wudnalli, Al Wahbu, dan Al ‘Abd al-Qadir al-Yamani.

Demikian gambaran mengenai pembagian wilayah Kota Thaif pada masa lampau beserta keluarga-keluarga tua yang bermukim di dalamnya, sebagaimana dicatat dalam karya Syaikh Abd al-Hayy bin Hasan Kamal. Wallahu a‘lam.

Referensi

  • Penulis utama: بن ضمام
  • الطائف وأسماء الأسر القديمة وبعض عاداتهم

Disclaimer Akademik

Artikel ini disusun berdasarkan konten dan catatan penulis sumber sebagaimana tercantum dalam naskah asli, tanpa penambahan, pengurangan, atau penafsiran baru oleh editor. Penyajian artikel ini bertujuan mendokumentasikan dan menyajikan ulang informasi secara komunikatif dan profesional untuk pembaca umum.

Penyebutan nama keluarga, nisbah, atau keterangan tertentu dalam artikel ini merupakan kutipan dari sumber yang digunakan dan tidak dimaksudkan sebagai penetapan nasab, status sosial, atau kesimpulan sejarah yang bersifat final. Untuk keperluan akademik, verifikasi lanjutan, atau penelitian mendalam, pembaca disarankan merujuk langsung kepada kitab sumber aslinya.

Lebih baru Lebih lama