NEW UPDATES
Memuat berita terbaru...

Silsilah Keluarga Al-Ghaith (Algaus) dari Al-Murkabin Al-Shurfa Al-Hassaniyya: Sejarah, Migrasi, dan Tokoh Utama di Irak

Oleh: Arun Algaus
Editor: Tim Pena Sehat


marga algaus
Gambar Ilustrasi

Pendahuluan

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Wahai manusia, Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa (QS. Al-Hujurat:13).

Saya mempersembahkan artikel ini sebagai narasi profesional tentang silsilah keluarga Al-Ghaith (Alghaits/Algaus dalam jamak bahasa Indonesia) dari garis keturunan Al-Murkabin Al-Shurfa Al-Hassaniyya. Artikel ini menelusuri akar sejarah, migrasi, struktur klan, dan kontribusi tokoh-tokoh penting dalam menjaga garis keturunan mulia Nabi Muhammad melalui Imam Al-Hassan (semoga kedamaian Allah menyertainya).

Pembahasan

algaus
Potongan Sumber 

Asal-usul dan Migrasi

Keluarga Al-Ghaith menelusuri silsilah mereka hingga Al-Hassan Al-Muthanna, putra Imam Al-Hassan Al-Mujtaba (semoga kedamaian Allah menyertainya). Migrasi mereka bermula dari Hijaz ke Istanbul, kemudian memasuki wilayah Irak melalui Mosul sekitar tahun 1200 H dari wilayah Mardin. Mereka diberikan dokumen resmi Ottoman yang mengakui garis keturunan mereka dan membebaskan mereka dari pajak, wajib militer, serta pajak atas ternak mereka, termasuk unta dan domba, karena kepemilikan ternak yang luas dan mobilitas mereka dalam mencari padang rumput (muʿāshir al-ʿashb).

Permukiman dan Penyebaran

Awalnya keluarga ini menetap di Al-Husayniyah, Kegubernuran Karbala, kemudian pindah ke Al-Hillah, Babilonia, dan akhirnya ke distrik Al-Yusufiyah, Baghdad, khususnya Al-Radwaniyah bagian timur. Seiring waktu, mereka menyebar ke berbagai distrik di Baghdad (termasuk Al-Rashidiyah, Al-Za'faraniyah, Al-Mada'in, Al-Bayaa, Al-Saydiyah, Abu Dshir, Al-Ma'alif, Abu Ghraib) dan provinsi lain seperti Anbar, Fallujah, Salah al-Din, Samarra, Mosul, Karbala, Maysan, Dhi Qar, dan Basra.

Profesi dan Hubungan Antar Suku

Kebanyakan Sayyid Al-Murkabin berprofesi sebagai petani, pengusaha, atau pegawai pemerintah. Mereka memiliki hubungan yang kuat dengan suku lain seperti Al-Bu'amir, Al-Kartan, Al-Bu'aysa, Shammar, Al-Khawalid, Al-Jabur, Al-Budraj, Al-Shuwaylat, Bani Asad, dan lain-lain. Mereka juga menjaga hubungan erat dengan sepupu mereka di kalangan Sayyid Al-Hasaniyya (Atifa, Al-Alaq, Al-Hadidiyin, Al-Bahr Al-Uloom, Al-Shurfa Al-Barakat, Al-Mawla Al-Mush‘ash‘iyya, Al-Ghawalib, Al-Aridhi, Al-Batat, Al-Husayniyah, dan lainnya).

Kepemimpinan Klan

Kepala klan Al-Ghaith adalah Sayyid Mohsen bin Sayyid Abdullah bin Sayyid Wasmi bin Sayyid Dhari, dan seterusnya, hingga Sayyid Ghaith bin Sayyid Jamil, yang merupakan leluhur bersama seluruh cabang. Klan ini terbagi menjadi sepuluh cabang utama: Al-Dhari, Al-Bu Sa'dun, Al-Ta'an, Al-Marzouq, Al-Eid, Al-Fada'am, Al-Salman, Al-Fallah, Al-Khader, dan Al-Bu Jawad. Masing-masing cabang memiliki rumah tangga dan klan tersendiri, semuanya menelusuri garis keturunan mereka kembali ke Sayyid Ghaith bin Sayyid Jamil.

Tokoh-Tokoh Penting

  • Sayyid Ghaith: Memiliki saudara laki-laki (Shibl, Dhunoun, Milak), menetap di selatan Mosul, dikenal karena kemurahan hati, keberanian, dan kepemilikan ternak.
  • Sayyid Khalaf: Pemimpin kaumnya di antara suku Shammar, memiliki banyak unta dan domba.
  • Sayyid Abdullah (Abu Karin): Memiliki karunia ilahi, dijadikan panutan suku Zakarit dalam peperangan dan doa kemenangan.
  • Sayyid Dhari: Menghadapi ancaman dengan bijak dan menolong penduduk dengan integritas tinggi.
  • Sayyid Wasmi: Dermawan, pemberani, tinggal di Al-Radwaniyah dengan dukungan saudara-saudaranya, ibu mereka disebut “Umm al-Fuqara”.
  • Sayyid Mohsen: Memimpin klan setelah wafatnya saudaranya, ahli verifikasi silsilah, Wakil Presiden Dewan Sayyid Alawi, dan anggota Komite Silsilah Pusat.

Catatan Penulis

Artikel ini menyajikan narasi silsilah keluarga Al-Ghaith secara faktual berdasarkan catatan Sayyid Wadi Hamad Al-Hassani, peneliti dan penyelidik asal-usul Arab. Semua data tokoh, migrasi, dan cabang klan disajikan sesuai dokumen asli tanpa tambahan interpretasi atau kronologi baru.

Kesimpulan

Keluarga Al-Ghaith dari Al-Murkabin Al-Shurfa Al-Hassaniyya memiliki sejarah panjang dan struktur klan yang kompleks, dengan kontribusi signifikan dalam pelestarian garis keturunan Nabi melalui Imam Al-Hassan. Keluarga ini dikenal karena keberanian, kemurahan hati, dan dedikasi mereka dalam menjaga silsilah mulia di Irak dan wilayah sekitarnya.

Referensi

Al-Hassani, Wadi Hamad. Al-Murkabin Al-Ghaith Al-Shurfa Al-Hassaniyya: Genealogi dan Catatan Historis. Baghdad, Irak, 2010.

Disclaimer Akademik

Artikel ini disusun berdasarkan karya Wadi Hamad Al-Hassani, seorang peneliti dan penyelidik asal-usul dan silsilah Arab yang dikenal melalui kajian dalam bidang genealogi historis. Artikel ini menyajikan ulang isi karya tersebut dalam bentuk narasi populer-edukatif tanpa mengubah substansi ilmiah. Untuk pemahaman lebih lanjut, pembaca disarankan membaca karya asli sebagai sumber utama.

Lebih baru Lebih lama