Riwayat Keluarga Sayyid Asyraf An-Nu‘mī di Wilayah ‘Asīr
Oleh: Arun Algaus
Editor: Tim Pena Sehat
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
Keluarga Asyraf An-Nu‘mī merupakan salah satu keluarga Hasyimiyah Quraisy yang termasuk dalam golongan Ahlul Bait. Nasab mereka bersambung kepada para sayyid Hasanī, keturunan Sayyidina al-Hasan bin ‘Alī bin Abī Ṭālib radhiyallāhu ‘anhumā. Dalam tradisi nasab Arab, mereka dikenal dengan sebutan An-Nu‘mī, merujuk kepada leluhur utama dalam jalur keturunan mereka.
Asal-Usul dan Nasab Keluarga An-Nu‘mī
Nasab keluarga ini kembali kepada Sayyid Ni‘matullāh bin ‘Alī bin Dāwud bin Sulaimān bin ‘Abdullāh bin Mūsā al-Jawn bin ‘Abdullāh al-Maḥḍ bin al-Ḥasan al-Mutsannā bin al-Ḥasan as-Sibṭ bin Amīr al-Mu’minīn ‘Alī bin Abī Ṭālib karramallāhu wajhah. Jalur nasab ini dicatat dalam berbagai karya ilmu ansāb yang menjadi rujukan klasik dan regional.
Dalam literatur tersebut, An-Nu‘mī disebut sebagai salah satu keluarga sayyid yang memiliki kesinambungan nasab yang jelas dan diakui dalam tradisi penulisan sejarah dan genealogi Arab.
Keberadaan di Wilayah ‘Asīr
Keluarga Asyraf An-Nu‘mī tercatat masuk dan menetap di wilayah ‘Asīr, baik di kawasan Sarat maupun Tihāmah. Dalam prosesnya, mereka berbaur dengan berbagai kabilah setempat seperti Qaḥṭān dan Syahrān melalui ikatan persekutuan (ḥilf), sebagaimana terdokumentasi dalam kitab-kitab dan arsip keluarga mereka.
Jumlah keturunan An-Nu‘mī di wilayah ‘Asīr disebutkan mencapai sekitar dua ribu jiwa, tersebar di berbagai kota dan desa, di antaranya Abhā, al-‘Akkās, Qa‘id, ‘Ain Āl Ya‘lâ, asy-Sya‘bain, Rijāl, Mandar al-‘Aws, Wādī Kasān di Rijāl Alma‘, wilayah Muḥāyil, Qanā, desa al-Ḥarjah di wilayah Qaḥṭān, serta beberapa desa di wilayah Syahrān.
Peran Sosial dan Kenegaraan
Sejak awal berdirinya Daulah Saudi, sejumlah tokoh dari keluarga An-Nu‘mī tercatat berperan aktif dalam berbagai bidang sipil dan militer. Peran tersebut dijalankan dengan dedikasi terhadap agama, negara, dan pemerintahan. Di antara mereka terdapat figur-figur yang menonjol dalam bidang peradilan, pendidikan, dan kemiliteran.
Sayyid Muṣṭafā bin Muḥammad An-Nu‘mī
Salah satu tokoh penting dari keluarga ini adalah Sayyid Muṣṭafā bin Muḥammad bin Ḥamd bin ‘Alī bin al-Ḥasan bin Mahdī bin ‘Īsā bin Hādī bin ‘Alī An-Nu‘mī. Ia lahir pada tahun 1273 H di desa al-‘Argain, wilayah ‘Asīr, dan wafat pada tahun 1350 H.
Sayyid Muṣṭafā dikenal sebagai pribadi yang diplomatis, berkepribadian kuat, dan tegas dalam menghadapi situasi krisis. Ia memimpin pasukan Idrīsiyyah di wilayah ‘Asīr dan melakukan pengepungan terhadap pasukan Turki selama sembilan bulan. Peristiwa ini dikenal dalam sumber sejarah sebagai “Pengepungan Muṣṭafā An-Nu‘mī”, yang berakhir dengan terusirnya pasukan tersebut hingga ke beberapa wilayah sekitarnya.
Pada tahun 1343 H, ketika Raja ‘Abdul ‘Azīz rahimahullāh mengepung Jeddah, Sayyid Muṣṭafā An-Nu‘mī mendatanginya di kemah Abāra ar-Raghāmah. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan kondisi wilayah setelah wafatnya Imām Muḥammad bin ‘Alī al-Idrīsī serta memohon dukungan untuk menjaga stabilitas negeri dari intervensi dan kekacauan.
Generasi Ulama dan Tokoh Ilmu
Dari keturunan Sayyid Muṣṭafā, lahir sejumlah tokoh ilmu dan peradilan. Di antaranya adalah Sayyid Sa‘īd bin ‘Alī An-Nu‘mī, yang lahir di desa al-‘Akkās pada tahun 1290 H. Ia tumbuh dalam lingkungan ilmu dan kesalehan, menempuh pendidikan keilmuan, dan kemudian menjabat sebagai qāḍī hingga wafatnya pada tahun 1359 H.
Tokoh lain yang disebutkan adalah Sayyid Hāsyim bin Sa‘īd bin ‘Alī An-Nu‘mī, seorang ulama, qāḍī senior, pendidik, sejarawan, dan pakar nasab. Ia mengabdi dalam bidang peradilan selama kurang lebih 45 tahun dan menulis sejumlah karya yang berkaitan dengan sejarah dan geografi wilayah ‘Asīr.
Kontribusi Lintas Bidang
Teks juga mencatat puluhan nama dari keluarga An-Nu‘mī yang berkiprah sebagai ulama, hakim, sastrawan, akademisi, perwira militer, pilot, pengusaha, serta tokoh masyarakat. Penyebutan nama-nama tersebut dimaksudkan sebagai bukti luasnya kontribusi keluarga ini dalam pembangunan agama dan negara.
Syair Pujian untuk Bani An-Nu‘mī
Disertakan pula sebuah qasidah panjang karya Sayyid Sālim bin Yaḥyā bin Muḥannā (Ibnu Ḥutaim al-Khuza‘ī). Syair ini memuji kemuliaan, kedermawanan, kehormatan, dan akhlak keluarga Bani An-Nu‘mī, dengan gambaran sifat-sifat seperti kemurahan hati, kesucian akhlak, kerendahan hati kepada tamu, serta keteguhan dalam menjaga kehormatan.
Penutup
Menurut keterangan dalam teks, keluarga An-Nu‘mī meninggalkan Makkah al-Mukarramah sejak tahun 392 H akibat konflik dengan para amir Makkah pada masa Abbasiyah. Dari sana, mereka menyebar ke wilayah pesisir, khususnya al-Mikhlāf as-Sulaimānī, sebelum sebagian di antaranya hijrah ke wilayah ‘Asīr sekitar empat abad yang lalu.
Mereka dipaparkan sebagai satu keluarga besar yang terikat oleh nasab, hubungan kekerabatan, dan sejarah panjang. Doa penutup dalam teks memohon agar Allah menjaga yang masih hidup dan merahmati mereka yang telah wafat.
Referensi
A. Sumber Nasab dan Sejarah Klasik
- Tarfat al-Ashḥāb, hlm. 116.
- Ibnu ‘Inābah. ‘Umdat ath-Thālib fī Ansāb Āl Abī Ṭālib, hlm. 222–223.
- Ṣiḥāḥ al-Akhbār ar-Rifā‘ī, hlm. 14.
- Muḥibbī. Khulāṣat al-Atsar, jilid 2, hlm. 36.
- ‘Āriḍ bin al-Ḥasan. Ansāb Asyrāf al-Mikhlāf as-Sulaimānī, nomor 13.
- Sayyid Zubārah. Nayl al-Ḥasanīyīn, hlm. 422.
- Muḥammad al-Qābī an-Nu‘mī. al-Jawāhir al-Laṭīfah, hlm. 100.
B. Sumber Sejarah Regional ‘Asīr
- Syaikh Hāsyim bin Sa‘īd bin ‘Alī an-Nu‘mī. Tarīkh ‘Asīr fī al-Māḍī wa al-Ḥāḍir, hlm. 312–380.
- Muḥammad ‘Alī al-‘Uqailī. al-Khilāf as-Sulaimānī, jilid 2, hlm. 910–911.
C. Karya Ulama dari Keluarga An-Nu‘mī (disebut dalam teks)
- Syaikh Hāsyim bin Sa‘īd bin ‘Alī an-Nu‘mī,
- Tarīkh ‘Asīr fī al-Māḍī wa al-Ḥāḍir
- ‘Asīr bayna al-Jughrāfiyā wa at-Tārīkh (manuskrip)
- Mu‘jam ‘Ulamā’ wa Udabā’ ‘Asīr
- al-Mu‘jam al-Jughrāfī li Manṭiqah ‘Asīr
- at-Taysīr fī Ansāb Qabā’il ‘Asīr
D. Sumber Sastra
- Qasidah karya Sayyid Sālim bin Yaḥyā bin Muḥannā (Ibnu Ḥutaim al-Khuza‘ī) tentang kemuliaan Bani An-Nu‘mī, sebagaimana dikutip dalam teks sumber.
E. Referensi Konten Media Sosial
- Penulis Konten dokumentasi oleh akun 🔹♕ بــن ضمــام ༗🔹
Penulis Sumber Utama
Syarif Sulaymān Āl Jam‘ān adalah penulis naskah sumber utama yang memuat riwayat nasab, sejarah keluarga An-Nu‘mī, serta dokumentasi tokoh dan kontribusi mereka di wilayah ‘Asīr. Penulisan yang disajikan merujuk pada kitab-kitab ansāb dan sejarah regional yang disebutkan secara eksplisit dalam teks.
Disclaimer Akademik
Artikel ini disusun berdasarkan tulisan Syarif Sulaymān Āl Jam‘ān sebagai sumber utama, serta rujukan kitab nasab, sejarah, dan dokumentasi yang secara eksplisit disebutkan dalam naskah. Seluruh isi artikel merupakan penulisan ulang secara naratif dari sumber konten Media Sosial tersebut, tanpa penambahan fakta, tokoh, kronologi, atau interpretasi baru.
Untuk keperluan akademik, verifikasi ilmiah, dan pendalaman materi, pembaca sangat dianjurkan merujuk langsung kepada kitab-kitab dan sumber asli yang tercantum dalam daftar referensi di atas.
