Oleh: Arun Algaus | Tim Pena Sehat
Gambar Ilustrasi Oleh Editor Pena Dengan AI Di Genrate dari Foto Asli Masjid disebuah kampung nelayan di Maluku pada masa kolonial.
Sebelas Kampung, Sebelas Masjid: Jejak Islam di Pesisir Kajeli, Pulau Buru Akhir Abad ke-19
Di antara ratusan halaman catatan perjalanan seorang jurnalis Belanda yang menyusuri pesisir Maluku pada 1893, terselip sebuah paragraf singkat namun kaya makna tentang sebuah teluk kecil bernama Kajeli, di pantai timur Pulau Buru. Dalam paragraf itu, sang penulis mencatat sesuatu yang menarik perhatiannya: dari atas geladak kapal, ia melihat "sejumlah besar menara kecil masjid yang menyembul dari balik rimbunnya pepohonan" — sebuah pemandangan yang, menurutnya, tersebar di sebelas kampung berbeda yang bersama-sama membentuk kota pelabuhan Kajeli.
Catatan ini berasal dari buku Molukkenreis in Vogelvlucht ("Perjalanan Maluku Sekilas Pandang") karya Mr. P. Brooshooft, yang aslinya dimuat sebagai tulisan bersambung di surat kabar De Locomotief dan kemudian dicetak ulang oleh Percetakan H. van Alphen, Semarang. Salinan yang menjadi rujukan artikel ini tersimpan dalam koleksi Maatschappij der Nederlandsche Letterkunde di Leiden, dan kini telah menjadi domain publik sehingga dapat diakses secara terbuka melalui digitalisasi Google Books.
Akses langsung terbuka setelah pembayaran terverifikasi.
