Oleh: Arun Algaus | Tim Pena Sehat
Halaman 208, Oud en Nieuw Oost-Indiën karya François Valentyn (suntingan Mr. S. Keijzer, 1862), memuat usulan komisaris Robertus Padtbrugge tentang sekolah dan koster untuk desa Auwn.
Usulan Sekolah dan Koster untuk Auwn (Ayong): Cikal Bakal Pendidikan di Pesisir Boelan (Bolaang)
Di tengah uraian geografis tentang desa Auwn (kini diduga berkaitan dengan Desa Ayong di Bolaang Mongondow), naskah Oud en Nieuw Oost-Indiën karya François Valentyn menyisipkan satu catatan administratif singkat namun bermakna: sebuah usulan penempatan tenaga pendidikan dan kerohanian di kawasan tersebut, datang dari komisaris VOC, Robertus Padtbrugge. Catatan kecil ini membuka jendela tentang bagaimana persoalan pendidikan dan pelayanan gerejawi dipikirkan oleh pemerintahan kolonial di pesisir terpencil pada akhir abad ke-17.
Usulan Padtbrugge: Efisiensi Kelembagaan untuk Auwn dan Dommoegoe
Naskah mencatat (hlm. 208): "Het volk woont hier al vrij verstrooid van elkander en indien zij met de ingezetenen van Dommoegoe een dorp te zamen konden uitmaken, zoo oordeelde de heer Padbrugge, dat men (hier weder een menagie op het kerkelijke) daarbij een schoolmeester en een koster voor de E. maatschappij zou kunnen uitwinnen."
Diterjemahkan kata demi kata: "Penduduk di sini tinggal cukup berserakan satu sama lain, dan andaikan mereka bisa membentuk satu desa bersama dengan penduduk Dommoegoe, maka menurut penilaian Tuan Padtbrugge, orang (di sini sekali lagi sebuah penghematan pada urusan kegerejaan) dapat sekaligus memperoleh seorang guru sekolah dan seorang koster untuk kepentingan Kompeni Yang Terhormat (VOC)." Ada dua istilah yang perlu diberi catatan kebahasaan agar tidak salah baca. Pertama, "menagie" — serapan dari bahasa Prancis "ménage" — dalam bahasa Belanda lama berarti "penghematan/efisiensi biaya," bukan "rumah tangga" seperti makna modernnya; kata "weder" (lagi/kembali) di depannya menunjukkan ini bukan langkah baru, melainkan pola penghematan yang lazim diterapkan VOC pada urusan kegerejaan di berbagai tempat. Kedua, pasangan jabatan "schoolmeester" (guru sekolah) dan "koster" (semacam pembantu/penjaga gereja, bertugas mengurus kebutuhan teknis ibadah) adalah unit dasar pelayanan pendidikan-keagamaan Gereja Reformasi Belanda di wilayah VOC — satu paket minimal yang biasa ditempatkan bersamaan di sebuah pos, bukan dua jabatan yang berdiri sendiri-sendiri.
Yang perlu digarisbawahi secara akademis: kalimat ini adalah usulan atau penilaian pribadi Padtbrugge ("zoo oordeelde de heer Padbrugge"), bukan laporan bahwa sekolah tersebut benar-benar berdiri. Naskah tidak memberi keterangan lanjutan apakah penggabungan desa Auwn-Dommoegoe ini pernah terlaksana, maupun apakah guru sekolah dan koster tersebut pernah benar-benar ditempatkan.
164 Tahun Kemudian: Gaung yang Sama dari Roorda van Eysinga
Menariknya, kebutuhan yang sama muncul kembali lebih dari satu setengah abad kemudian, dalam naskah Handboek der Land- en Volkenkunde karya Roorda van Eysinga (1841, hlm. 183), kali ini untuk wilayah Menado secara umum: "Indien Menado en onderhoorigheden in het bezit kunnen worden gesteld van kundige en verlichte Zendelingen, dan zal in deze afgelegene gewesten het Christendom goede vruchten dragen, die eene onschatbare weldaad voor de bevolking zullen zijn..." — "Andaikan Menado dan wilayah-wilayah bawahannya dapat memperoleh Zendeling (pekabar-injil/misionaris) yang cakap dan berwawasan, maka di kawasan-kawasan terpencil ini agama Kristen akan membuahkan hasil yang baik, yang akan menjadi berkah tak ternilai bagi penduduknya..."
Terdapat perbedaan penting yang perlu dicatat secara jujur: usulan Padtbrugge (1670-an–1680-an) berbicara spesifik tentang desa Auwn dan pasangan guru-koster untuk kepentingan administratif-kegerejaan VOC; usulan Roorda van Eysinga (1841) berbicara lebih umum tentang Zendeling (misionaris) untuk seluruh Residentie Menado, dengan nada yang menyebut eksplisit kepentingan pemerintah dan kas negara ("in het belang der schatkist"). Keduanya berasal dari sumber, era, dan tujuan penulisan yang berbeda, sehingga tidak dapat digabung sebagai satu narasi tunggal — namun kesamaan temanya patut dicatat: dua sumber independen, terpaut 164 tahun, sama-sama menempatkan pendidikan dan pelayanan keagamaan sebagai kebutuhan yang belum terpenuhi di kawasan pesisir utara Celebes.
Konteks Tambahan: Data yang Juga Tidak Lengkap
Sebagai catatan pelengkap, Valentyn sendiri mengakui keterbatasan datanya pada bagian yang sama (hlm. 207): "In 1705 waren er in Boelan 152 Christenen, doch hoe veel Heidenen of anderen, is mij onbekend" — "Pada tahun 1705 terdapat 152 orang Kristen di Boelan, tetapi berapa banyak Heidenen (istilah lama untuk penganut kepercayaan lokal/leluhur, bukan istilah yang kami pakai sebagai penilaian) atau golongan lain, tidak saya ketahui." Ketidaktahuan yang diakui penulis sendiri ini memperkuat gambaran bahwa infrastruktur pencatatan maupun pelayanan di kawasan Auwn-Boelan memang masih sangat terbatas pada masanya.
Kesimpulan & Sikap Akademis
Dua naskah kolonial yang terpisah 164 tahun sama-sama mencatat kebutuhan atas tenaga pendidikan dan kerohanian di pesisir utara Celebes — usulan spesifik Padtbrugge untuk Auwn (Ayong)-Dommoegoe (Dumoga), (Valentyn, akhir abad ke-17) dan harapan umum Roorda van Eysinga untuk Menado (1841). Namun perlu ditegaskan kembali: tidak ada bukti tekstual dalam kedua naskah yang menyatakan usulan Padtbrugge benar-benar terlaksana di Auwn. Yang dapat disimpulkan secara sah dari sumber-sumber ini hanyalah bahwa kebutuhan tersebut pernah diusulkan dan dicatat — bukan bahwa kebutuhan itu terpenuhi. Penelusuran lebih lanjut ke arsip gereja atau laporan zending pada abad ke-18–19 akan diperlukan untuk memastikan apakah, dan kapan, sekolah pertama benar-benar berdiri di kawasan ini.
Suka dengan kajian ini? Bagikan kepada kerabat Anda yang tertarik pada kajian sejarah dan arsip naskah kuno.
Referensi
- Valentyn, François. Oud en Nieuw Oost-Indiën, met Aanteekeningen, Volledige Inhoudsregisters, Chronologische Lijsten, enz. Uitgegeven door Mr. S. Keijzer. Eerste Deel, Tweede Uitgave. Amsterdam: Wed. J.C. van Kesteren & Zoon, 1862, hlm. 207–208.
- Roorda van Eysinga, P.P. Handboek der Land- en Volkenkunde, Geschied-, Taal-, Aardrijks- en Staatkunde van Nederlandsch Indië. Amsterdam: L. van Bakkenes, 1841, hlm. 183.
Disclaimer Akademik: Artikel ini merupakan hasil kajian filologis dan historis atas dua sumber arsip kolonial primer yang telah dibaca dan diterjemahkan langsung dari berkas aslinya. Istilah-istilah lama seperti "Heidenen" dan "Zendeling" dikutip apa adanya sebagai istilah sejarah pada masanya, bukan sebagai sikap atau penilaian Tim Pena Sehat terhadap kelompok masyarakat mana pun. Artikel ini tidak mengklaim bahwa usulan sekolah dan koster di Auwn benar-benar terlaksana; ketiadaan bukti pelaksanaan dalam naskah dinyatakan secara eksplisit demi menjaga keakuratan sejarah. Seluruh kutipan dan interpretasi disajikan untuk tujuan edukasi, penelitian, dan ilmu pengetahuan sesuai dengan asas fair use serta peraturan perundang-undangan hak cipta yang berlaku, mengingat kedua naskah sumber merupakan karya domain publik yang diterbitkan pada abad ke-19. Analisis ini bersifat terbuka untuk diskusi ilmiah lanjutan.
