Masuk ke Pena Sehat
Gunakan akun Google Anda untuk mengakses semua fitur eksklusif
atau
Dengan masuk, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami
👋
Keluar dari akun?
Anda akan keluar dari sesi yang sedang aktif. Apakah Anda ingin melanjutkan?
NEW UPDATES
Memuat berita terbaru...
📢 BROADCAST

Peringatan Maulid Nabi di Yayasan Al-Misbach Ayong: Dari Tradisi Diba hingga Teladan Akhlak

Meriahnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Yayasan Al-Misbach Ayong: Doa, Diba Barzanji, dan Teladan Akhlak Rasulullah

Oleh: Renaldi Abidin | Tim Pena Sehat


Selasa, 25 Agustus 2026 bertepatan dengan 12 Rabiulawal 1448 Hijriah. Hampir di setiap masjid mengadakan perayaan atau peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, termasuk Yayasan Pendidikan Al-Misbach. Setiap tahun, peringatan Maulid tetap dilaksanakan dengan khidmat. Acara ini dihadiri oleh penasihat yayasan, aparat Desa Ayong atau Kaur Pemerintahan, dewan guru, siswa, wali murid, serta alumni Yayasan Al-Misbach.


Pembacaan Maulid Diba, Barzanji, dan Mahallul Qiyam

Sebagaimana acara Maulid pada umumnya, kami juga mengadakan pembacaan Maulid Diba, Barzanji, dan pembacaan Mahallul Qiyam. Kegiatan ini disertai refleksi tentang biografi Nabi hingga perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Islam, dan ditutup dengan doa keselamatan.


Kue Khas Daerah dan Doa Bersama

Selain itu, para siswa dan guru membawa makanan ringan berupa kue khas daerah. Makanan tersebut kemudian didoakan dan dimakan bersama dengan harapan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.


Bukan Sekadar Mengenang, tapi Meneladani

Peringatan Maulid tidak hanya untuk mengenang perjalanan hidup Nabi. Kami berharap peringatan ini menjadi dorongan baru bagi para santri untuk meneladani dan menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman hidup.


Mengapa Kita Harus Bergembira saat Maulid?

Dalam Sahih Bukhari diriwayatkan bahwa Abu Lahab, paman Nabi, diringankan siksaannya setiap hari Senin. Hal itu karena ketika Nabi lahir, ia memerdekakan seorang budak bernama Tsuwaibah. Bahkan orang yang paling menentang penyebaran agama Islam mendapat keberkahan hanya karena merasa senang atas kelahiran Nabi. Lantas, mengapa kita tidak mau merayakan Maulid Nabi?

Peringatan Maulid juga mengingatkan kita bahwa Nabi adalah manusia paling mulia sifatnya, seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan amanah.


Al-Misbach, Benteng Penanaman Nilai Keagamaan

Yayasan Al-Misbach selalu menjadi benteng paling depan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada setiap santrinya, melalui kegiatan yang bersifat keagamaan maupun sosial.

Rutinitas keagamaan semacam ini harus tetap dirawat dan dijaga. Selain sebagai wadah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, kegiatan ini juga menjadi penghubung tali silaturahmi antarsesama saudara.


Bermanfaat untuk Anda? Bagikan artikel ini kepada saudara dan sahabat Anda, atau tinggalkan like agar kami semangat menghadirkan liputan kegiatan Yayasan Al-Misbach Ayong berikutnya.


Sumber: Devisi Humas Yalmi

Reaksi Anda
Lebih baru Lebih lama
Jelajahi
Lainnya
Tulis Artikel Dukung Kami Meet Our Team